Ketua DPP Anggap Wajar Kisruh Golkar Bikin Elektabilitas Gerindra ... KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudj...
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/8/2017).
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid menilai wajar jika partainya mendapat efek elektoral akibat kisruh internal Partai Golkar.
Hal itu diungkapkannya menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dimana elektabilitas Partai Golkar disalip oleh Partai Gerindra.
"Kami turut prihatin dengan apa yang terjadi di Golkar dan k ami percaya Golkar akan segera menyelesaikannya. Bahwa dengan peristiwa di Golkar tersebut partai-partai di luar Golkar seperti Gerindra mendapatkan advantage ya suatu hal yang wajar," ujar Sodik melalui pesan singkat, Jumat (15/12/2017).
Di samping itu, Sodik meyakini ada sejumlah hal yang membuat elektabilitas Gerindra meningkat.
Salah satunya adalah masyarakat yang dinilainya semakin cerdas dan dewasa melihat kinerja partai.
(Baca juga : Survei LSI: Elektabilitas Golkar Disalip Gerindra)
Hal itu, kata dia, didukung dengan kemajuan teknologi informasi yang bisa secara luas dan cepat menyampaikan informasi. Termasuk soal kinerja partai.
"Kinerja Gerindra yang dinilai sebagai partai yang komit terhadap harapan dan aspirasi rakyat," tutur Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.
Gerindra menyusun sejumlah strategi untuk mempertahankan elektabilitas tersebut. Terlebih, hasil sama juga pernah diraih dalam survei elektabilitas le mbaga survei lainnya.
Sodik menegaskan, pihaknya akan terus melakukan konsolidasi dan menjaga kader-kader serta partainya dari kasus hukum. Salah satunya kasus korupsi.
Di samping itu, Gerindra juga berupaya terus berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam berbagai lini.
"Serta terus bersilahturahmi dan berkomununikasi secara optimum dengan rakyat," kata dia.
(Baca juga : PDI-P Buka Peluang Koalisi dengan Partai Gerindra pada Pilkada Jabar)
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menuturkan, hasil tersebut akan membuat partainya terus bekerja keras untuk mencapai target pemilu.
Ia meyakini, dengan strategi yang tepat maka Gerindra bisa menjadi pemenang pemilu.
Salah satu strategi Gerindra ke depan adalah untuk meningkatkan suara di daerah-daerah yang selama ini tak diunggulkan.
"Terutama di daerah-daerah yang kami merasa masih lemah, akan kami perbaiki. Di daerah yang kuat akan kami pertahankan," tutur Fadli.
Elektabilitas Partai Golkar disalip oleh Partai Gerindra. Hasil ini berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia pada 1-14 November 2017.
Saat responden ditanya partai mana yang akan dipilih apabila pemilu dilakukan saat ini, sebanyak 24,2 persen menjatuhkan pilihan kepada PDI-P.
Gerindra berada di urutan kedua dengan 13,0 persen. Sementara Partai Golkar di urutan ketiga dengan 11,6 persen.
"Pertama kalinya dalam sejarah, Golkar terancam terlempar ke urutan ketiga," kata peneliti LSI Ardian Sopa saat merilis hasil survei di kantornya di Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Tidak ada komentar