Perludem: 90 Persen Calon Tunggal Berafiliasi Petahana Babel Banten Bengkulu Jabar Jakarta Jateng Jatim Kalbar Kalteng Lampung Pap...
- Babel
- Banten
- Bengkulu
- Jabar
- Jakarta
- Jateng
- Jatim
- Kalbar
- Kalteng
- Lampung
- Papua
- Sumbar
- Sumsel
- Sumut
- RMTV
- Bareskrim Dan Polda Kerjasama Usut Kasus Ade Armando, 02 JANUARI 2018 , 05:10:00
- Pesan Tahun Baru Rizieq: Tetap Semangat Tegakkan Islam Di Bumi Indonesia<i>!</i>, 02 JANUARI 2018 , 05:05:00
- Polisi Tembak Kaki Tersangka Pembunuh Sopir Taksi Online, 02 JANUARI 2018 , 05:00:00
- Masuk Tahun 2018, Elit Harus Tinggikan Akhlak Politiknya, 02 JANUARI 2018 , 04:14:00
- Menteri Lukman: Tata Nalar Dan Kendalikan Jemari<i>!</i>, 02 JANUARI 2018 , 04:10:00
SELASA, 02 JANUARI 2018 , 17:25:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE
Foto: RMOL
RMOL. Jumlah calon tunggal di Indonesia terus meningkat di tiap pilkada. Hal ini terjadi karena mudahnya hukum yang mengatur tentang calon tunggal tersebut. Berita Terkait Pramono Anung: Beda Pilihan Bukan Berarti Musuhan Pengamat: Zulkifli Ketemu Rhoma Ada Maunya Partai Garuda Lolos Verifikasi Faktual Tingkat PusatIa kemudian membandingkan dengan jumlah calon tunggal di pilkada di Inggris. Di sana, kata Titi, calon tunggal muncul di daerah yang jumlah pemilihnya kecil dan tidak signifikan.
"Sementara di Indonesia sebaliknya. Fenomena calon tunggal di kita ini pemilihnya besar, di tengah banyaknya parpol yang bisa berkompetisi," ujarnya.
Selain payung hukum, menurut dia, meningkatnya calon tunggal juga berhubungan erat dengan banyaknya petahana yang kembali maju.
Dia kemudian mengambil contoh 9 daerah yang hanya diisi calon tunggal dalam Pilkada 2018. Hampir 90 persen calon tunggal itu berafiliasi dengan kekuatan calon pertahana.
"90 persen adalah pertahana langsung yang maju di Pilkada. Jadi selalu memiliki tingkatan dengan calon petahana atau kandidat yang berhubungan erat dengan yang sedang berkuasa, selalu dilibatkan," jelasnya.
Padahal, menurut dia, calon tunggal harusnya ada karena proses alamiah. Jika calon memang memiliki prestasi mumpuni, maka bisa diusung bersama.
Tapi yang terjadi, calon tunggal muncul karena partai-partai kesulitan dalam memunculkan kadernya.
"Pilkada seharusnya dilihat sebagai medium uji ketangguhan partai dalam mengukur kekuatan dan daya tarung partai," tukasnya. [ian]
Berita Lainnya Selengkapnya
Dukung Duet Syamsuar-Edy di Pilgub Riau, PA..
SELASA, 02 JANUARI 2018
Nasdem Beri Rekomendasi Untuk Arief-Sachrud..
SELASA, 02 JANUARI 2018
Tetap Di Kabinet? Khofifah: Jangan Tanya Sa..
SELASA, 02 JANUARI 2018
Survei: Pilpres 2019 Didominasi Tiga Parpol
SELASA, 02 JANUARI 2018
Di Jateng, PPP Masih Bersikap Menunggu
SELASA, 02 JANUARI 2018
Mayoritas Publik Ingin Prabowo Cawapresnya ..
SELASA, 02 JANUARI 2018
VIDEO POPULERTips Mudik Natal dan Tahun Baru Dari Pak Menhub
, 30 DESEMBER 2017 , 11:00:00
Jokowi Sandera Megawati Dengan BLBI?
, 29 DESEMBER 2017 , 21:00:00
FOTO POPULERPanglima TNI Hadiri Perayaan Natal
, 29 DESEMBER 2017 , 05:31:00
RR Di Acara Mantuan Mensesneg
, 30 DESEMBER 2017 , 17:58:00
Refleksi Akhir Tahun Fraksi PPP
, 29 DESEMBER 2017 , 01:32:00
Berita PopulerBerita TerkiniJika Prabowo Mau Jadi Presiden, Dukung Saya Maju Gubernur Papua
29 Desember 2017 09:44
Temui Rizieq Di Mekkah, Ustadz Abdul Somad: Saya Mau Tabayun, Semua Tuduhan Clear
31 Desember 2017 05:00
Manuver Letjen Edy Di Pilgub Sumut Mengunci Ambisi PDIP Dan Jokowi
01 Januari 2018 08:50
Mengapa Ustadz Abdul Somad Harus Dicekal?
31 Desember 2017 19:14
Anton Tabah: Jangan Sampai Polri Buat Definisi SARA Ngawur Lagi
31 Desember 2017 08:38
Masuk Tahun 2018, Elit Harus Tinggikan Akhlak Politiknya
02 Januari 2018 04:14
Menteri Lukman: Tata Nalar Dan Kendalikan Jemari!
02 Januari 2018 04:10
Partainya Tommy Soeharto Masih Diberi Kesempatan
02 Januari 2018 04:00
Makna Nama Cucu Keempat SBY
02 Januari 2018 03:20
Mata Uang Yuan Beredar Di Sulawesi Tengah, Begini Kata Bank Indonesia
02 Januari 2018 03:08
Trending Tag# JAKARTA |
# PENDIDIKAN |
# PILKADA |
# PPP |
# TNI |
Tidak ada komentar