Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Rusia Sebut Tuduhan Campur Tangan Pemilu AS Berlebihan

Rusia Sebut Tuduhan Campur Tangan Pemilu AS Berlebihan Rusia Sebut Tuduhan Campur Tangan Pemilu AS Berlebihan Berlianto Minggu, 18 Februa...

Rusia Sebut Tuduhan Campur Tangan Pemilu AS Berlebihan

Rusia Sebut Tuduhan Campur Tangan Pemilu AS Berlebihan

Berlianto

Rusia Sebut Tuduhan Campur Tangan Pemilu AS Berlebihan
Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian
A+ A- MUNICH - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menolak tuduhan Moskow ikut campur pemilu Amerika Serikat (AS) yang membuat Presiden Donald Trump berkuasa. Lavrov menyebut tuduhan tersebut terlalu berlebihan.
"Jadi selama kita tidak melihat fakta, segala sesuatunya yang lain adalah berlebihan," kata Lavrov Konferensi Keamanan Munich seperti dikutip dari AFP, Minggu (18/2/2018).
Pernyataan itu dilontarkan sehari setelah AS mendakwa 13 orang Rusia karena menjalankan sebuah kampanye rahasia untuk mempengaruhi pemilu Amerika.
Surat dakwaan - yang mencakup tuduhan pertama yang diberikan oleh penasihat khusus Investigasi Pemilu AS Robert Mueller - merinci operasi yang diluncurkan pada tahun 2014 dalam upaya untuk menabur divisi sosial di Amerika Serikat dan mempengaruhi politik Amerika termasuk pemilihan presiden tahun 2016.
Mueller menuduh bahwa pada pertengahan 2016, kampanye - di bawah arahan Yevgeny Prigozhin, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin - menjadi fokus untuk meningkatkan suara Trump dan merendahkan pesaingnya, termasuk Hillary Clinton dari Demokrat.
Operasi ini diduga melibatkan "ratusan" orang yang bekerja dalam shift dan dengan anggaran jutaan dolar. Tiga perusahaan juga didakwa.
Mueller mendakwa anggota grup tersebut sebagai warga AS di Facebook, Twitter, YouTube dan Instagram, mengeposkan sejumlah konten dan meraih jumlah yang signifikan dari warga Amerika.
Konten tersebut kemudian di retweet oleh dua putra tertua, Don Jr dan Eric, serta pejabat kampanye papan atas lainnya dan anggota lingkaran dalam Trump.
Dakwaan tersebut tidak membuat penilaian apakah upaya Rusia telah mengubah hasil pemilu.
Ketika diminta untuk mengomentari tuduhan atas pertemuan keamanan puncak di Jerman, Lavrov mengatakan: "Saya tidak memiliki reaksi karena apapun dan segala sesuatu dapat dipublikasikan. Kami melihat bagaimana tuduhan, pernyataan, bertambah banyak."
Namun dia menekankan bahwa pejabat AS, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, sebelumnya telah menolak bahwa negara manapun mempengaruhi hasil pemilihan.
Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova sebelumnya menyebut tuduhan Mueller sebagai tuduhan yang tidak masuk akal.
Trump, sementara itu, menyebut dakwaan tersebut sebagai bukti bahwa tim kampanyenya tidak berkomplot dengan Moskow. halaman ke-1 dari 2
  • 1
  • 2
Follow Us : Follow @SINDOnewsSumber: Google News Pemilu

Reponsive Ads